Velinor

Entri #7: “Mencintai Dunia yang Tak Lagi Membutuhkanku”

📓 Catatan Aré di Masa Depan

Entri #7: “Mencintai Dunia yang Tak Lagi Membutuhkanku”

Aku berjalan di jalan raya yang dulu penuh spanduk wajahku: “Pahlawan Penjelajah Waktu Pertama.” Tapi hari ini, tak ada yang menoleh. Tak ada yang mengenali. Tak ada yang peduli.

Dunia sudah terlalu sibuk dengan teknologi barunya, politik barunya, ketakutannya yang baru. Aku menjadi bagian dari sejarah yang hanya disebut di buku pelajaran, dan itu pun — hanya satu paragraf pendek.

Mereka berkata aku pahlawan. Tapi pahlawan macam apa yang tak diberi tempat untuk kembali?

🌍 Dunia yang Terlalu Cepat

Ketika aku pergi, dunia masih bicara soal perubahan iklim, krisis air, dan ketakutan akan AI. Sekarang, semua itu sudah “diselesaikan”.

Tapi solusi itu datang dari tangan-tangan lain. Bukan dari aku. Aku hanya… semacam relic dari masa lalu.

Seorang pria dari masa lampau yang kini hanya bisa melihat—dan tidak lagi bisa berperan.

🖤 Rasa Cinta yang Tak Bersambut

Dulu aku mencintai dunia ini sepenuh hati. Aku tinggalkan segalanya demi misi agar manusia tetap bisa hidup di planet ini.

Tapi sekarang, rasanya dunia ini tak lagi membutuhkan cintaku.

Rasanya seperti kembali kepada seseorang yang telah sembuh dari patah hati — dan kau adalah luka lamanya.

📍Refleksi:

Mungkin mencintai dunia bukan soal apakah ia akan membalas, Tapi soal keberanian untuk tetap peduli, meski kau tak lagi dianggap penting.

Mungkin cinta sejati bukan tentang memiliki tempat di hati dunia, Tapi tentang tetap memilih berdiri di sisinya, bahkan saat ia telah melupakan namamu.

✒️ Penutup Entri:

Aku akan tetap menanam pohon meski tak ada yang tahu namaku. Akan tetap menulis meski tak dibaca.

Karena cinta bukan soal dibutuhkan. Cinta — adalah tentang memilih untuk tetap tinggal.