Aku sering diam lebih lama dari yang dimengerti orang.
Saat Pikiran Lebih Ramai Dari Suara
Bukan karena tidak mendengar, hanya pikiranku sedang terlalu penuh.
Suara tetap datang, tapi tidak semuanya sampai menjadi makna.
Ada masa ketika pendengaran dikecilkan agar isi kepala bisa bertahan.
Aku hadir di ruangan, tapi sebagian diriku sedang menepi.
Merenung bukan pelarian, melainkan jeda yang kupakai untuk bernapas.
Aku tidak mengabaikan dunia, aku hanya sedang memulihkan diri.
Diam ini bukan penolakan, tapi usaha kecil agar tidak runtuh.
Dan ketika aku kembali mendengar dengan utuh, itu karena aku sudah siap.